Makalah Perkembangan Kreativitas dan Keberbakatan

MAKALAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS

DAN KEBERBAKATAN

DISUSUN OLEH:

NURMALINDA RUSANTI (18514235)

RIBKA YOVITASYAM RUMONDANG BR. TOBING ( 19514237 )

VIDYAKHANSA PURNAGITA ( 1C514040 )

Logo gundar

KELAS : 1PA15

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERISTAS GUNADARMA

2015

KATA PENGANTAR

 Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan dengan tepat waktu. Dalam makalah ini kami membahas Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan.

Mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ii terdapat banyak kekurangan maupun kesalahan teori. Demikian makalah ini kami buat.

Bekasi, 19 Maret 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………………………………..i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………………..iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG………………………………………………………………………………………………….1

1.2 TUJUAN………………………………………………………………………………………………………………..

1.3 RUMUSAN MASALAH……………………………………………………………………………………………..

BAB II PEMBAHASAN

2.1 TEORI-TEORI KREATIVITAS………………………………………………………………………………………

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN…………………………………………………………………………………………………………

3.2 SARAN………………………………………………………………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………….

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

  1. PENGERTIAN KRETIVITAS

1.2  TUJUAN

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk dapat menjelaskan definisi konsepsional kreativitas
  2. Untuk dapat menjelaskan definisi operasioal dari kreativitas
  3. Untuk dapat menjelaskan definisi kreativitas menurut Clark
  4. Untuk dapat menjelaskan teori-teori mengenai kreativitas

1.3  RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Apa definisi konsepsional kreativitas
  2. Apa definisi operasioal dari kreativitas
  3. Apa definisi kreativitas menurut Clark
  4. Bagaimana teori-teori mengenai kreativitas

 

BAB I LATAR BELAKANG

  1. PENGERTIAN KREATIVITAS

Kreativitas merupakan suatu proses menghasilkan sesuatu yang baru atau suatu bidang kajian yang kompleks yang menimbulkan berbagai perbedaan dari berbagai pandangan. Perbedaan definisi kreativitas tersebut pun merupakan definisi yang saling melengkapi, definisi kreativitas tergantung pada segi penekanannya , kreativitas dapat didefinisikan dalam 4P yaitu: pribadi, proses, pendorong, dan produk. Adapun penjelasan dari 4P yakni:

  1. Produk

Pada definisi ini berfokus pada produk kreatif yang menekankan pada orisinalitas, yang berkemampuan untuk mengahasilkan sesuatu yang baru atau mengkombinasikan sesuatu hal yang sudah ada sebelumnya.
Produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu (Stein, 1963). Namun menurut ahli lain pertama-tama bukan suatu karya kreatif bermakna bagi umum, tetapi terutama bagi si pencipta sendiri.

  1. Proses

Definisi ini kreativitas difokuskan pada proses berpikir yang dapat menciptakan ide – ide baru yang lebih inovatif dan variatif, seperti misalnya memikirkan suatu rancangan terbaru yang harus diciptakan dimasa yang akan datang.

  1. Pribadi

Pada definisi ini kreativitas lebih difokuskan pada individunya sendiri, yang dapat disebut sebagai bakat.Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan yang ada dalam dirii seseorang, hal ini juga erat kaitannya dengan bakat.Bakat tersebut bisa seperti, bakat menyanyi, bakat menari, bakat menulis dsb.

  1. Pendorong

Definisi ini lebih menekankan pada faktor dorongan internal dari diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk menciptakan menjadi diri yang kreatif, kemudian ditambah dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis seperti, dorongan dari lingkungan keluarga, pertemanan, dan guru.

Kretivitas merupakan “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077).

Definisi Kreativitas menurut Clark (dalam Basuki, 2010) :

Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986)

 

BAB II PEMBAHASAN

2.1  TEORI-TEORI KREATIVITAS

Adapun teori-teori yang melandasi pengembangan kreativitas adalah sebagai berikut :

  1. Teori Psikoanalisa

Pribadi kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.

  1. Sigmund Freud

Sigmund Freud ( 1858-1939 ) merupakan pendiri psikoanalisa. Freud menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism).

Freud percaya bahwa meskipun kebanyak mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, makan terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.

Macam-macam mekanisme pertahanan adalah: represi, pembentukan reaksi ( reaction formation ), proyeksi ( projection ), penempatan yang keliru ( displacement ), rasionalisasi ( rationalisation ), supresi ( supression ), sublimasi ( sublimation ), kompensasi ( compensation ), regresi ( regression ).

  1. Teori Ernst Kris

Ernst Kris ( 1900-1957 ) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi sering memunculkan tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu memanggil bahan dari alam pikiran tidak sadar.

Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa seperti anak dalam pemikirannya. Mereka dapat mempertahankan sikap bermain mengenai masalah-masalah serius dalam kehidupannya.

Dengan demikian mereka mampu melihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego ( Regression in The Survive of The Ego ).

  1. Teori Carl Jung

Carl Jung ( 1875-1967 ) percaya bahwa alam ketidaksadaran ( ketidaksadaran kolektif ) memainkan peranan yang amat enting dalam permunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbul penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

  1. Teori Humanistik

Teori humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi.

  1. Teori Abraham Maslow

Abraham Maslow ( 1908-1970 ) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.

Kebutuhan tersebut adalah:

  • Kebutuhan fisik/biologis
  • Kebutuhan akan rasa aman
  • Kebutuhan akan rasa dimiliki ( sense of belonging ) dan cinta
  • Kebutuhan akan penghargaan dan harga diri
  • Kebutuhan aktualisasi/ perwujudan diri
  • Kebutuhan estetik

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat kebutuhan pertama disebut kebutuhan deficiency.

Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”.

Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki.

  1. Teori Rogers

Carl Rogers ( 1902-1987 ) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:

  • Keterbukaan terhadap pengalaman
  • Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang ( internal locus of evaluation )
  • Kemampuan untuk bereksperimen, untuk bermain dengan konsep-konsep

“Apabila seseorang memiliki ketiga ciri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghaslkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga ciri atau kondisi tersebut juga merupakan dorongan dari dalam ( internal press ) untuk kreasi.”

  1. Teori Cziksentmihalyi
  • Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah predisposisi genetis ( genetic predispotition ).

Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik

  • Minat pada usia dini pada ranah tertentu

Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas

  • Akses terhadap suatu bidang

Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat

  • Access to a field

Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam bidang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari orang-orang penting

  • Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mancapai tujuannya
  1. Ciri-ciri kepribadian kreatif menurut Csikszentmihalyi

Csikszentmihalyi mengemukakan 10 pasanh ciri-ciri kepribadian kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.

  1. Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bisa tenang dan rileks, tergantung situasinya
  2. Pribadi kreatif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naif. Mereka nampak memiliki kebijaksanaan ( wisdom ) tetapi kelihatan seperti anak-anak. Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan emosional dan mental. Mampu berfikir konvergen sealigus divergen.
  3. Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin
  4. Pribadi kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namunn tetap bertumpu pada realitas. Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan sentuhan masa lalu
  5. Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan baik introoversi maupun ekstroversi
  6. Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat yang sama
  7. Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan androgini psikologis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender ( maskulin-feminim )
  8. Orang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang ( passionate ) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian karya mereka
  9. Sikap keterbukaan dan sensivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang luar biasa

BAB III PENUTUP

3.1  KESIMPULAN

Kreativitas merupakan suatu proses menghasilkan sesuatu yang baru atau suatu bidang kajian. Orang-orang yang memiliki sikap keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang ( internal locus of evaluation ),  kemampuan untuk bereksperimen, untuk bermain dengan konsep-konsep akan mampu menghasilkan karya-karya yang kreatif

3.2  SARAN

Jadilah orang-orang yang memiliki sikap keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi dan kemampuan untuk bereksperimen agar dapat menghasilkan karya-karya yang kreatif.

DAFTAR REFERENSI

http://indryawati.staff.gunadarma.ac.id/

http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/22/pengertian-kecerdasan-kreativitas-serta-perbedaannya-320290.html

http://metamelinarani.blogspot.com/2010/03/definisi-konsepsional-dan-operasional_23.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s