MAKALAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS

MAKALAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS

DAN KEBERBAKATAN

DISUSUN OLEH:

NURMALINDA RUSANTI (18514235)

RIBKA YOVITASYAM RUMONDANG BR. TOBING ( 19514237 )

VIDYAKHANSA PURNAGITA ( 1C514040 )

KELAS : 1PA15

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERISTAS GUNADARMA

2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan dengan tepat waktu.Dalam makalah ini kami membahas Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan.

Mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ii terdapat banyak kekurangan maupun kesalahan teori. Demikian makalah ini kami buat.

Bekasi, April 2015

Penyusun

BAB I

LATAR BELAKANG

  1. PENGERTIAN KREATIVITAS

Kreativitas merupakan suatu proses menghasilkan sesuatu yang baru atau suatu bidang kajian yang kompleks yang menimbulkan berbagai perbedaan dari berbagai pandangan. Perbedaan definisi kreativitas tersebut pun merupakan definisi yang saling melengkapi, definisi kreativitas tergantung pada segi penekanannya , kreativitas dapat didefinisikan dalam 4P yaitu: pribadi, proses, pendorong, dan produk. Adapun penjelasan dari 4P yakni:

  1. Produk

Pada definisi ini berfokus pada produk kreatif yang menekankan pada orisinalitas, yang berkemampuan untuk mengahasilkan sesuatu yang baru atau mengkombinasikan sesuatu hal yang sudah ada sebelumnya.
Produk baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh masyarakat pada waktu tertentu (Stein, 1963). Namun menurut ahli lain pertama-tama bukan suatu karya kreatif bermakna bagi umum, tetapi terutama bagi si pencipta sendiri.

  1. Proses

Definisi ini kreativitas difokuskan pada proses berpikir yang dapat menciptakan ide – ide baru yang lebih inovatif dan variatif, seperti misalnya memikirkan suatu rancangan terbaru yang harus diciptakan dimasa yang akan datang.

  1. Pribadi

Pada definisi ini kreativitas lebih difokuskan pada individunya sendiri, yang dapat disebut sebagai bakat.Guilford menerangkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan yang ada dalam dirii seseorang, hal ini juga erat kaitannya dengan bakat.Bakat tersebut bisa seperti, bakat menyanyi, bakat menari, bakat menulis dsb.

  1. Pendorong

Definisi ini lebih menekankan pada faktor dorongan internal dari diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk menciptakan menjadi diri yang kreatif, kemudian ditambah dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis seperti, dorongan dari lingkungan keluarga, pertemanan, dan guru.

Kretivitas merupakan “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077).

Definisi Kreativitas menurut Clark (dalam Basuki, 2010) :

Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).

 

  • TUJUAN

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk dapat menjelaskan definisi konsepsional kreativitas
  2. Untuk dapat menjelaskan definisi operasioal dari kreativitas
  3. Untuk dapat menjelaskan definisi kreativitas menurut Clark
  4. Untuk dapat menjelaskan teori-teori mengenai kreativitas

 

  • RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Apa definisi konsepsional kreativitas
  2. Apa definisi operasioal dari kreativitas
  3. Apa definisi kreativitas menurut Clark

Bagaimana teori-teori mengenai kreativitas

 

BAB II

PEMBAHASAN

    • TEORI-TEORI MENGENAI KREATIVITAS
  1. MOTIVASI INTRINSIK UNTUK KREATIVITAS

Pada setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya, untuk mewujudkan dirinya; untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang.  Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjamin dirinya sepenuhnya (Rogers, dalam Vernon, 1982). Yang bersifat universal ada dalam diri individu itu sendiri namun membutuhkan kondisi yg tepat untuk di ekspresikan.

  1. KONDISI EKSTERNAL YANG MENDORONG PERILAKU KREATIV

Telah dikemukakan bagaimana kondisi internal menurut Rogers yang bersifat mengembangkan kreativitas . kreativitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh . bibit unggul memerlukan kondisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu mengembangkan sendiri potensinya . menurut Rogers dalam psikoterapi adalah dengan menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis-lah yang memungkinkan timbulnya kreativitaas konstruktif .

  1. Keamanan psikologis

Ini dapat terbentuk dengan tiga proses yang saling berhubungan:

  1. a)      Menerima individusebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya .
  2. b)      Mengusahakan suasana yang ada didalamnya evaluasi eksternal tidak ada (atau sekurang-kurangnya tidak bersifat atau mempunyai efek mengancam).
  3. c)      Memberikan pengertian secara empatis (dapat menghayati).
  4. Kebebasan Psikologis

Mengekspresikan dalam tindakan konkret perasaannya, misalnya dengan memaki-maki atau memukul, tidak selalu dimungkinkan, karena hidup dalam masyarakat selalu ada batas-batas nya, tetapi ekspresi secara simbolis hendaknnya di mungkinkan, misalnya melalui sajak atau gambar.

 

 

 

  • TEORI-TEORI YANG MELANDASI PROSES KREATIF
  1. TEORI WALLAS

Berabad-abad orang berupaya menjelaskan apa yang terjadi apabila seseorang mencipta.salah satu teori yang sampai sekarang banyak dikutip adalah teori Wallas yang dikemukakan pada tahun 1926 dalam bukunya “The Art of Thought “ ( piirto,1992) yang menyatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap ,yaitu:

  1. Persiapan
  2. Inkubasi
  3. Iluminasi
  4. Verifikasi

Pada tahap pertama ,seseorang mempersiapkan diri untuk memecahklan masalah dengan belajar berfikir ,mencari jawaban ,bertanya  kepada orang lain , dan sebagainya .

Pada tahap kedua , kegiatan mencari dan menghimpun data / informasi tidak dilanjutkah .Tahap inkubasi adalah tahap dimana individu seakan –akan melepaskan diri untuk sementara  dari masalah tersebut ,dalam arti bahwa ia tidak memikirkan masalah nya secara sadar ,tetapi “mengeramnya “dalam pra- sadar .sebagaimana terlihat dari analisis biografi maupun dari laporan tokoh seniman dan ilmuwan,tahap ini penting artinya dalam proses timbulnya inspirasi yang merupakan titik mula dari suatu penemuan atau kreasi batu berasal dari daerah pra-sadar atau timbul dalam keadaan ketidaksadaran penuh.

Tahap ilumunasi adalah tahap timbulnya “insight” atau “erlebnis “saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru, beserta proses –proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru.

Tahap verifikasi atau evaluasi adalah dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas .Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen .Dengan perkataan lain, proses divergensi (pemikiran kreatif ) harus diikuti oleh proses konvergensi ( pemikiran kritis ).

  1. TEORI TENTANG BELAHAN OTAK KIRI DAN KANAN

Segera sesudah anak dilahirkan , gerakan – gerakan yang semula belum berdiferensiasi berkembang menjadi pola dengan preferensi untuk kiri atau kanan. Hampir setiap orang mempunyai sisi yang dominan . pada  umumnya orang lebih biasa menggunakan tangan kanan ( berarti dominan belahan otak kiri); tetapi ada orang-orang yang termasuk kidal (left-handed). Mereka lebih dikuasai oleh belahan otak kanan .dihipotesiskan bahwa belahan otak kanan terutama berkaitan dengan fungsi – fungsi kreatif, sehingga terjadi “dichotomania “, membagi –bagi semua fungsi mental menjadi fungsi belahan otak kanan atau kiri ,lihat table 2.3 ini ,walaupun didukung oleh bukti-bukti empiris ,namun masih memerlukan pengkajian lebih lanjut ( Dacey.1989;piirto,1992 ) untuk keabsahannya .

Tabel 2.3 dikotami mental

Belahan Otak kiri Bealahan otak kanan
Intelek In tuisi
Konvergen Divergen
Intelektual Emosional
Rasional Metaforik,intuitif
Verbal Nonverbal
Horizontal Vertical
Konkret Abstrak
Realistis Impulsif
Diarahkan Bebas
Diferensial Eksistensial
Sekuensial Multipel
Historical Tanpa batas waktu
Analitis Sintesis .holitik
Eksplisit Implisif
Objektif Subjektif
Suksesif Simultan

 

  • TEORI-TEORI YANG MELANDASI PRODUKTIF KREATIF
  1. PENILAIAN PRODUK PENEMUAN DALAM HUKUM PATEN

Hukum paten di Amrika Serikat mempertimbangkan unsur-unsur berikut dalam berikut dalam memberikan paten infentor:

(1)   Kegiatan intelektual yang bermutu mendahului penemuan atau rekaan.

(2)    Gagasan jelas untuk mengatasi masalah atau kesulitan khusus.

(3)   Jumlah eksperimentasi yang dilakukan sebelum mencapai produk baru dianggap penting.

(4)   Sejauh mana mengalami kegagalan.

(5)   Produk harus berguna dan meruakan kemajuan.

(6)   Produk terutma dinilai kreatif jika ada orang-orang dalam bidang kegiatan tersebut sebelumnya menunjukan keragu-raguan (skepticism) tentang kemungkinan penemuan yang baru.

(7)   Produk harus memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.

  1. MODEL BASEMER DAN TREFFINGER

Besemer dan Treffinger menyarankan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu (1) kebaruan (novelty) atau sesuatu yang baru, (2) pemecahan (resolution), dan (3) keterperincian (elaboration) dan sintetis.

Kebaruan adalah sejauh mana produk itu baru, dalam haljumlah dan luas proses yang baru, teknik baru, bahan baru, atau konsep baru yang terlibat, dalam hal di luar dan di dalam lapangan/bidang dan dalam hal dampak produk kreatif di masa depan. Pemecahan (resoluution) menyangkut derajat sejauh mana produk itu memenuhi kebutuhan untuk mengatasi situasi bermasalah. Tiga kriteria dalam dimensi ini adalah, bahwa produk itu harus bermakna (valuable) menurut para pengamat, karena memenuhi kebutuhan harus logis, dengan mengukuti aturan yang ditentukan dalam bidang tertentu dan harus berguna, yaitu dapat diterapakan secara praktis.

Elaborasi dan sintetis. Dimensi merujuk pada derajat sejauh mana produk itu menggabungkan unsur-unsur yang tidak sama/serupa menjadi kesekuruhan yang canggih dan koheren. Lima kriteria untuk menilai hal ini adalah produk itu harus organis, yaiu mempunyai arti inti dalam penyusunan produk, elegan yaitu canggih mempunyai nilai lebih dari yang tampak, komplek yaitu berbagai unsur digabung pada satu tingkat atau lebih, dapat dipahami karena tampil secara jelas, dan menunjukkan keterampilan atau keahlian yang baik, dikerjakan secara saksama. Sebagai contoh, lukisan anak jika dinilai dengan kriteria orang dewasa, mungkin tidak termasuk kreatif, karena sudah pernah dibuat sebelumnya oleh anak lain. Namun, ditinjau dari tingkat perkembangan anak, misalnya ia belum pernah membuatnya sebelumnya dan lukisannya tidak merupakan tiruan dari contoh, maka produk anak itu dapat dikatakan termasuk kreatif.

Bersemer dan O’Quin menyimpulkan dasar pertimbangan mereka untuk mencoba mengukur kualitas produk kreatif sebagai berikut: “kita tidak ingin membunuh lahirnya karya seni penilaian yang terlalu rumit, tetapi untuk karya ilmiah penilaian atas daya tarik magis, kurang memuaskan. Mungkin dalam bidang analisis produk diperlukan kerjasama antara seni dan sains.

  1. MODEL PENILAIAN KREATIF DALAM MENGARANG

Penilaian :

  1. Kelancaran
  • Sangat lancar (Skor 5)
  • Kurang (Skor 2)
  • Cukup lancar (Skor 4)
  • Tidak lancar (Skor 1)
  • Lancar (Skor3)
  1. Kelenturan, meliputi kelenturan dalam struktur kalimat dan kelenturan dalam isi atau gagasan.
  2. Kelenturan dalam struktur kalimat
  3. Keragaman dalam bentuk kalimat: sederhana,gabungan dan    kompleks
  4. Keragaman dalam penggunaan kalimat: deklaratif,interogatif,            eksklamatoris
  5. Keragaman dalam panjang kalimat: kalimat singkat (kurang dari 5 kata), kalimat panjang (lebih dari 10 kata)
  6.  Kelenturan dalam konten atau gagasan
  7. imajinasi : menunjukkan imajinasi kaya atau kurang
  8. fantasi : memiliki daya khayal yang tinggi atau tidak

 

  1. Keaslian (orisinalitas)
  2. Orisinalitas dalam tema, baru/tidak lazim digunakkan atau tidak
  3. Orisinalitas dalam pemecahan atau akhir cerita, akhir cerita tidak diduga/menimbulkan kejutan.
  4. Humor: karangan membuat orang tertawa atau tidak
  5. Menggunakkan kata atau nama baru yang diciptakan sendiri
    1. Orisinalitas dalam gaya penulisan.
    2. Keterperincian (Elaborasi,kekayaan)
    3. Seperti lukisan dalam cara ekspresi
    4. Emosi
    5. Empati
    6. Unsur pribadi
    7. Percakapan
  • PENGERTIAN KEBERBAKATAN DAN KAITANNYA DENGAN PENGERTIAN KREATIVITAS
  1. PENGERTIAN KEBERBAKATAN

Hagen dan Hollingworth ( dalam Hawadi 2002) membedakan antara gifted dan talented. Gifted ditujukan pada individu yang memiliki kemampuan akademik tinggi, sedang talented ditujukann pada individu dengan kemampuan unggul dibidang seni, musik dan drama.

Cutts and Musseley (1957 dalam Hawadi 2002) membedakan antara bright dengan gifted dan talented. Menurut kedua tokoh tersebut bright diartikan individu yag mampu menempuh pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas ( kolese ) dan lancar dalam karir yang dipilihnya. Gifted artinya individu yangmemiliki potensi yang lebih tinggi daripada individu dengan tingkat bright, sedang talented menunjuk pada individu yang memiliki kemampuan yang tidak lazim ( luar biasa dibidang akademis, tanda umum adalah adanya kemampuan yang tergolong superior).

  1. PENGERTIAN KREATIVITAS

Kreativitas belajar berasal dari dua kata yaitu kreativitas dan belajar. Jika dilihat dari segi etimologi kreativitas berasal dari bahasa inggris “creativity” yang mempunyai arti daya cipta dan dalam kamus besar bahasa Indonesia kreativitas yaitu kemampuan untuk mencipta. Kreativitas juga diartikan kegiatan yang mendatangkan hasil dengan sifat baru, bermanfaat da bisa dimengerti.

HUBUNGAN PENGERTIAN KEBERBAKATAN DENGAN KREATIVITAS

 

 

BAB III

PENUTUP

  • KESIMPULAN

Kreativitas belajar berasal dari dua kata yaitu kreativitas dan belajar. Jika dilihat dari segi etimologi kreativitas berasal dari bahasa inggris “creativity” yang mempunyai arti daya cipta dan dalam kamus besar bahasa Indonesia kreativitas yaitu kemampuan untuk mencipta. Kreativitas juga diartikan kegiatan yang mendatangkan hasil dengan sifat baru, bermanfaat da bisa dimengerti. Setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan mewujudkan potensinya, untuk mewujudkan dirinya, dorongan untuk  berkembang dan menjadi matangDorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas.Kretaivitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh. proses kreatif meliputi empat tahap, yaitu (1) persiapan, (2) inkubasi, (3) iluminasi, dan (4) verifikasi. Hampir setiap orang mempunyai sisi yang dominan.Proses pemikiran untuk menyelesaikan masalah secara efektif melibatkan otak kiri atau otak kanan dengan mengombinasikan pemikiran logis dan kreatif dimana otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, sedangkan otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi.Dalam kehidupan ini kreativitas sangat penting, karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Kreativitas manusia melahirkan pencipta besar yang mewarnai sejarah kehidupan umat manusia dengan karya-karya spektakulernya.

  • SARAN

Rajin mengasah keberbakatan yang ada dalam diri dan pupuk kreativitas dalam setiap melatih keberbakatan, maka akan menghasilkan karya yang luar biasa.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://auliasuryn.blogspot.com/2015/04/tugas-dan-tulisan-softskil-kreativitas.html

http://melyloelhabox.blogspot.com/2012/09/makna-pengembangan-kreativitas_4020.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s